Jumat, 29 Maret 2013

foto Study Wisata ke Jogjakarta

Ini foto waktu aku sama temen-temen Study Wisata ke Jogja, dan ini foto waktu lagi ada di MONJALI.  
ini juga foto di MONJALI, keliatan kan?



Ugyaa,, pose fotoku jelek TT__TT

pose Gaje

ada pengganggu sebelum mulai foto nih.. pukulin yuk...

foto di taman MONJALI, kebetulan ada.. (apa itu namanya kagak tau)

ini foto di CANDI PRAMBANAN, tanpa aku

foto di tiruan pohon sakura,,

foto tanpa aku lagi

kalo ga salah ini di tangga CANDI BRAHMA

ini juga tapi aku ga ada

huhe? aku ga ada. dimanakah aku?

di CANDI VISHNU nih

orang narsis,

ini juga di CANDI VISHNU

Minggu, 27 Januari 2013

KOTOWAZA (peribahasa)

時は金なり。(Toki wa Kane Nari = Waktu menjadi uang "Waktu adalah uang") > Setiap jam yang berlalu sama berharganya dengan uang. Perumpamaan yang mengajarkan betapa berharganya waktu itu.

人は一代名は末代 (Hito wa ichi dai Na wa matsu dai : Manusia satu masa nama > sepanjang masa " Manusia mati meninggalkan nama") > Manusia hidup terbatas usianya, tetapi jasa dan nama baiknya akan tetap diingat oleh generasi selanjutnya. Peribahasa ini mengajarkan kita untuk memilih cara hidup yang meninggalkan nama baik daripada keinginan atau ambisi sesaat.

失敗は成功の基。(Shippai wa seikou no moto = Kegagalan adalah pangkal kesuksesan "Kegagalan adalah sukses yang tertunda") > Meskipun kita mengalami kegagalan, akan tetapi apabila kita mau mencari tahu apa penyebabnya dan memperbaikinya, kita akan mengalami kesuksesan dikemudian hari. Peribahasa ini mengajarkan agar kita tidak takut dengan kegagalan, karena kadangkala kita memang harus jatuh bangun untuk meraih kesuksesan.

吠える犬は噛みつかぬ。(Hoeru inu wa kamitsukanu = Anjing yang menggonggong tidak menggigit "Tong kosong nyaring bunyinya") > Orang yang memaksakan kehendak dan sok jagoan, biasanya tidak bisa apa2.

火のない所に煙が立たぬ。(Hi no nai tokoro ni kemuri ga tatanu = Tempat dimana tidak ada api tidak akan menimbulkan asap "Ada asap ada api") > Sesuatu perkara ada, pastilah ada sesuatu hal mendasar yang menjadi penyebabnya.

聞くは一時の恥聞かぬは一生の恥。
(KIKU WA ITTOKI NO HAJI KIKANU WA ISSHOU NO HAJI = Bertanya malu sesaat, tidak bertanya malu selamanya "Malu bertanya sesat di jalan")
> Apabila ada yang tidak kita ketahui, adakalanya kita malu untuk bertanya, akan tetapi rasa malu tersebut akan hilang dengan sendirinya saat itu juga. Sebaliknya apabila kita tidak bertanya rasa malu tersebut akan terbawa selamanya.
Peribahasa ini mengajarkan agar kita segera bertanya apabila ada hal-hal yang tidak diketahui.

真綿に針を包む。( Mawata ni Hari wo tsutsumu = Jarum berbungkus kapas sutera. "Serigala berbulu domba" ) > Perumpamaan tentang jarum sekalipun dibalut dengan kapas sutera yang empuk dan halus, apabila tertusuk terasa juga sakitnya. Meskipun penampilan luarnya berkelakuan lemah lembut, tetapi di dalam hatinya memiliki niat jahat.

能ある鷹は爪隠す
(Nou aru taka wa tsume kakusu = Elang yang hebat menyembunyikan kukunya "Seperti harimau menyembunyikan kukunya atau Bagai Padi makin berisi makin Menunduk") > Artinya orang yang memiliki kemampuan atau kepintaran tidak menyombongkan kelebihannya itu untuk hal-hal yang tidak perlu.

虎 は死して皮を留め人は死して名を残す. (Tora wa shi shite kawa wo todome hito wa shi shite na wo nokosu = Harimau mati meninggalkan kulit, manusia mati meyisahkan nama “Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”. > Seperti halnya harimau yang mati meninggalkan kulit yang indah, orang bijak mati akan meninggalakn namanya karena perbuatan-perbuatan semasa hidupnya. Peribahasa ini juga mengajarkan supaya kehormatan dan nama kita tidak tercemar sepeninggalan kita, kita harus berusaha sekeras mungkin untuk menjalani hidup dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.

雨降って地固まる。(Ame futte chi katamaru = Habis turun hujan, tanah mengeras “Badai pasti berlalu”.) > Apabila turun hujan, air yang meresap kedalam tanah akan membuat permukaan tanah semakin rapat dan menjadi keras, begitu pula setelah percecokan atau kesulitan hidup yang ada, apabila kita mampu bertahan menghadapi cobaan tersebut maka segala sesuatu akan kembali tenang seperti sedia kala.

隣の花は赤い (Tonari no hana wa akai = Bunga tetangga berwarna merah)
隣の芝生は青く見える (Tonari no sibafu wa aoku mieru = Rumput tetangga kelihatan lebih hijau)
> Bunga tetangga merah “Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri” Bunga yang mekar di pekarangan rumah tetangga kelihatan lebih menarik daripada bunga di rumah sendiri. Perumpamaan ini mencontohkan orang yang selalu mengingini milik orang lain karena milik orang lain kelihatan lebih bagus daripada milik sendiri.

Toki wa kane nari.
時は金なり。 Waktu adalah uang.

Ryōyaku wa kuchi ni nigashi.
良薬は口に苦し。 Obat mujarab pahit di mulut.

Nakitsura ni hachi.
泣き面にはち。
Sudah jatuh tertimpa tangga.
  • [nakitsura = wajah menangis. hachi = tawon]


Iwanu ga hana.
言わぬが花。 Diam adalah emas.

Koborezaiwai.
こぼれ幸い。
Dapat durian runtuh.
  • [kobore = kelimpahan;tumpahan. saiwai = keberuntungan]


Kirei na hana ni wa toge ga aru.
きれいな花にはとげがある。 Bunga yang cantik ada durinya.

Kōin ya no gotoshi.
光陰矢のごとし。 Waktu berlalu bagaikan anak panah lepas dari busurnya.

Shippai wa seikō no moto.
失敗は成功の元。 Kegagalan adalah pangkal keberhasilan.

Neko ni koban.
猫に小判。 Seperti memberi uang kepada kucing. (Mubazir. Memberi barang berharga kpd orang yg tidak bisa menghargainya)

Uma no mimi ni nenbutsu.
馬の耳に念仏。 Membaca kitab suci Budha ke kuping kuda. (Masuk kuping kiri keluar kuping kanan)

Akuji senri o hashiru.
悪事千里を走る。 Perbuatan baik tidak ada yang tahu, perbuatan jahat banyak yang tahu.

Mi kara deta sabi.
身から出たさび。 Karatan dari badan sendiri. (Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri)

Ku wa raku no tane. / Ku areba raku ari.
苦は楽の種。 / 苦あれば楽あり。 Penderitaan adalah bibit kesenangan. (Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.)

Kanemochi wa baka mo danna.
金持ちはばかもだんな。
Ada uang abang disayang, tidak ada uang abang melayang.
[danna = tuan besar;majikan;suami]

Abata mo ekubo
あばたもえくぼ。 Muka bopeng pun lesung pipit. (Bagi orang yang dicintainya, jelek pun dianggap bagus)

Hanashi no nagai mono wa hataraki ga sukunai.
話しの長いものは働きが少ない。 Banyak bicara sedikit bekerja.

Mishirazu no kuchitataki. / Nō nashi no inu no takaboe.
見知らずの口たたき。 / 能無しの犬の高ぼえ。 Berbicara tinggi tanpa ada kemampuan. (Tong kosong nyaring bunyinya)

Kōkai saki ni tatazu.
後悔先に立たず。 Penyesalan tidak akan datang lebih dulu. (Penyesalan selalu terlambat)

Zen wa isoge.
善は急げ。 Lakukan segera apa yang dianggap baik.

Warau mon ni wa fuku kitaru.
笑う門には福来たる。 Berkah datang dari pintu gerbang tertawa. (Selalu tersenyum akan mendatangkan berkah)

Jigoku no sata mo kane shidai.
地獄のさたも金次第。 Segala sesuatu ditentukan uang.

Hyakubun ikken shikazu.
百聞一見しかず。 Lebih baik melihatnya sekali ketimbang mendengar banyak kali.

Hito no uwasa mo nanajūgonichi.
人のうわさも七十五日。 Gosip akan berlalu dengan sendirinya.

I no naka no kawazu / Taikai o shirazu.
井の中のかわず。 / 大海を知らず。 Seperti katak dalam tempurung.

On o ada de kaesu.
恩をあだで返す。 Kebaikan dibalas dengan kejahatan.

Isogaba maware.
急がば回れ。 Biar lambat asal selamat.

Saru mo ki kara ochiru.
猿も木から落ちる。 Monyet juga jatuh dari pohon. (sepandai2nya tupai melompat akhirnya jatuh juga)

Fukusui bon ni kaerazu.
腹水盆に返らず。 Air tumpah tidak kembali ke baki (air sudah menjadi bubur)

Chiri mo tsumoreba yama to naru.
ちりも積もれば山となる。 Sedikit-dikit lama-lama menjadi bukit.

Shippai wa seikō no moto.
失敗は成功の元。 Kegagalan adalah pangkal keberhasilan.

Nana korobi ya oki.
七転び八起き。 Jatuh 7 kali, bangkit 8 kali.

Amai mono ni ari ga tsuku.
甘い物にありが着く。 Ada gula ada semut.

Akidaru wa oto ga takai.
空き樽は音が高い。 Tong kosong nyaring bunyinya. (Air beriak tanda tak dalam : orang yg banyak bicara biasanya kurang ilmunya)

Okubi ni mo dasanai.
おくびにも出さない。 Diam seribu bahasa. (Okubi = cegukan, dasanai = tidak mengeluarkan)

Isseki nichō.
一石二鳥. Sekali lempar batu, mendapatkan dua ekor burung. (Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.)

Kaeru no ko wa kaeru.
蛙の子は蛙。 Anak kodok ya kodok. (Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga. / Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya)

Naki ni wa masaru.
無きには勝る。 Lebih baik daripada tidak ada sama sekali. (Tiada rotan akar pun jadi.)

Kuraku o tomo ni suru.
苦楽をともにする。 Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. (kuraku = susah atau tenang. tomo = bersama)

Hito wa iwasete oke, inu wa hoesasete oke.
人は言わせておけ、犬はほえさせておけ。 Biarkanlah orang berbicara, biarkanlah anjing menggonggong. (Anjing menggonggong kafilah berlalu)

Kirei na hana ni wa toge ga aru.
きれいな花にはとげがある。 Bunga yang cantik ada durinya.

10 kata darurat

Berikut 10 kata yang harus diingat dalam keadaan darurat...

1. トイレ (toire) = Toilet. Ini adalah kata yang paling mungkin kamu gunakan setiap hari. Semua orang harus ke toilet kan? Kalo kamu udah gak tahan lagi, sebut aja kata ini.

2. 手洗い (tearai) = Kamar mandi. Sama seperti toilet, cuma kata yang ini lebih menyeluruh. Toiletnya lebih lengkap

3. 助けて (tasukete) = Tolong! Teriakan kata ini kalo kamu bener-bener butuh pertolongan.

4. わかりません (wakarimasen) = Saya tidak mengerti. Kalo ada orang Jepang yang ngomong ke kamu dan kamunya gak ngerti dia ngomong apa, katakan saja kata ini.

5. やめて (yamete) = Hentikan! Kalo kamu ketemu preman setempat (yakuza mungkin?) dan dia mengganggu kamu, teriak aja pake kata ini. Mungkin dia akan berhenti ganggu kamu. Mungkin.

6. 英語 (eigo) = Inggris. Kalo kamu kebetulan bisa bahasa Inggris, kata ini yang harus kamu ucapkan. Kalo orang Jepang-nya juga bisa bahasa Inggris, selamat deh.

7. 警察 (keisatsu) = Polisi. Jika sesuatu yang buruk terjadi, dia adalah orang yang ingin kamu temui.

8. 危ない (abunai) = Bahaya! Jika seseorang berteriak kata ini ke kamu, sebaiknya kamu perhatikan langkahmu.

9. 危険 (kiken) = Berbahaya! Ini adalah kata lainnya abunai. Kamu bisa melihat kata ini di tanda-tanda peringatan.

10. チカン (chikan da!) = Tukang raba! Kata ini khusus untuk para wanita.